Sabtu, 09 Oktober 2010

Waspadai Dampak Cuaca Antariksa Tahun 2011-2012



Semua orang mesti waspada pada 2011-2012. Saat itu diperkirakan dampak cuaca antariksa sedang mencapai puncak. Akibatnya, transmisi listrik akan terganggu, sistem satelit kacau, navigasi tak bisa dipercaya, bahkan bahaya radiasi pun mengancam kesehatan manusia.

Cuaca antariksa adalah perubahan kondisi antariksa yang diakibatkan aktivitas matahari. Seperti layaknya bumi, matahari juga memiliki musim. Pada suatu saat bisa saja tenang, namun pada saat yang lain matahari bisa juga sangat aktif.

Matahari melakukan aktivitasnya dengan melepaskan energinya. Saat itu, pusat tata surya kita ini memancarkan radiasi dan melontarkan partikel-partikel yang berasal dari ledakan flare dan CME (coronal mass ejection).

Kekuatan ledakan besar dari flare (yang menghasilkan radiasi) bisa setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom di Hiroshima. Sedangkan ledakan CME (menghasilkan partikel padat) mencapai kecepatan 400 km/detik. Tingkat kecepatan partikel dan energi yang dipancarkan matahari tersebut bervariasi tergantung angin surya (solar wind). Aktivitas-aktivitas itulah yang memengaruhi cuaca antariksa.

Aktivitas tersebut akan semakin sering terjadi saat terjadi badai matahari. Cuaca antariksa saat itu dipastikan sangatlah ekstrem. Hal itu terjadi dalam siklus sebelas tahun. Biasanya keadaan itu ditandai dengan kemunculan sunspot. Sunspot adalah bintik hitam yang muncul di permukaan matahari.

Adanya siklus tersebut membantu informasi mengenai masa aktifnya matahari. Terakhir, aktivitas matahari mencapai puncak pada 2001. Diperkirakan hal ini akan terulang pada 2011 atau 2012.

Peneliti bidang matahari dan antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Kota Bandung Emanuel Sungging Mumpuni, M.Si. menyatakan, keaktifan matahari akan berpengaruh kepada perubahan kemagnetan dan kelistrikan atmosfer.

Misalnya pada lapisan ionosfer, radiasi matahari akan menimbulkan elektron dan ion bebas sehingga terdapat muatan listrik di dalam lapisan ini. Emanuel mengatakan, semakin muatan listriknya besar, hal ini akan mengakibatkan penundaan waktu (delay ionosfer) bagi satelit untuk mengirimkan informasi ke bumi.

"Hal ini tentunya akan berdampak besar pada kehidupan manusia. Apalagi dalam dua dekade terakhir penggunaan satelit bagi manusia sangat intensif. Saat ini satelit sangat diandalkan bagi penggunaan global positioning system (GPS), televisi satelit, dan penggunaan telepon seluler," ujar Emanuel.

Radiasi matahari juga sangat berpengaruh terhadap jumlah kerapatan (densitas) elektron dan ion bebas pada lapisan ini. Hal ini berdampak pada kelancaran komunikasi radio yang mengandalkan pantulan sinyal terhadap ionosfer. "Jika kerapatannya berubah, frekuensinya bisa tidak pas," katanya.

Cuaca antariksa pun akan memengaruhi geomanet, yakni medan magnet bumi yang berada di lapisan magnetosfer. Partikel-partikel yang terlontar dari matahari, kata Emanuel mengandung medan magnet. Jika menumbuk magnetosfer, hal itu akan menimbulkan interplanetary shock (IPS) dan bisa mengakibatkan terjadinya badai geomagnet.

Pertanda alam yang menunjukkan peristiwa itu adalah kemunculan aurora di daerah yang dekat dengan kutub. Apabila hal itu terjadi, lonjakanmedan listrik secara tiba-tiba dapat terjadi. Dikatakan Emanuel, hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada peralatan teknologi tinggi seperti peralatan satelit, komunikasi, dan sistem jaringan distribusi listrik. Di negara maju yang menggunakan kereta listrik, hal ini juga dapat merusak komponen alat transportasi tersebut.

Padamnya listrik secara besar-besaran akibat cuaca antariksa pernah terjadi di Kanada pada tahun 1989. "Saat itu sepertiga daerah Kanada gelap gulita selama sembilan jam," kata Emanuel.

Tidak hanya listrik , Emanuel bahkan menyatakan di Australia dilaporkan badai geomagnetik menimbulkan korosi pada saluran pipa. Ini tentunya berbahaya apabila terjadi kebocoran pada saluran pipa minyak bumi atau gas.

Timbulnya badai geomagnetik juga kadang "menipu" pencatat data variasi medan magnetik. Pada data akan timbul lonjakan medan magnetik seolah-olah akan datang gempa.

"Oleh karena itu, jika menemukan hal itu para peneliti harus membandingkan data tersebut dengan daerah lain yang jauh apakah terjadi hal serupa. Jika daerah lain mencatat hal yang sama, dimungkinkan adalah sedang terjadinya badai geomagnet," kata Emanuel.

Tidak hanya itu, peneliti bidang ionosfer dan telekomunikasi Lapan Kota Bandung, Drs. Effendy, M.Sc., menyatakan tubrukan medan magnet itu juga mengacaukan geomagnet. Maka, tak heran apabila jarum kompas menunjukkan arah yang salah. Bagi para penjelajah hal ini sangat fatal karena bisa mengakibatkan mereka tersesat.

Saat geomagnet terganggu, kata Effendy, binatang yang memiliki magnet halus di otaknya sebagai navigasi pun akan berubah perilakunya. Seperti burung yang sedang bermigrasi, tiba-tiba kehilangan arah, tersesat, kebingungan, bahkan bisa menabrak benda saat terbang.

Selain itu, Effendy juga menyebutkan cuaca antariksa berdampak pula pada kesehatan manusia. Dikatakan dia dari hasil berbagai penelitian dilaporkan aktivitas geomagnet berkolerasi dengan jumlah serangan jantung yg dialami populasi penduduk Moskow. Penelitian lainnya, kata Effendy, menyatakan detak jantung dan tekanan darah bayi baru lahir berkorelasi dengan aktivitas magnet bumi.

Effendy memperkirakan hal ini terkait dengan adanya medan magnet di tubuh manusia. Jika tubuh manusia menerima medan magnet dalam ukuran kecil, hal itu mungkin saja bisa membantu kesehatan. Namun, akan lain ceritanya jika manusia menghadapi medan magnet yang berkekuatan besar. Hal itu pastinya tidak baik bagi kesehatan.

Partikel yang bermuatan listrik dari matahari juga menimbulkan radiasi yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Radiasi ini dapat memicu kanker dan kerusakan organ tubuh.

Untungnya, Effendy menyampaikan untuk masyarakat di kawasan Indonesia dampak cuaca antariksa bagi kesehatan relatif kecil. Radiasi matahari lebih besar di kawasan lintang tinggi. Semakin dekat dengan kutub, radiasi tersebut akan semakin besar. Tetapi, tentunya kita tetap harus berhati-hati. Pengetahuan mengenai kapan aktivitas matahari berlangsung tentunya dapat membantu

Senin, 02 Agustus 2010

DUNIA JIN : YANG TAMPAK DAN YANG TERSEMBUNYI




Jinn adalah nama jenis, bentuk tunggalnya adalah jiniy, yang artinya "yang tersembunyi", atau "yang tertutup", atau "yang tak terlihat". Hal itulah yang memungkinkan kita untuk mengkaitkannya dengan sifat yang umum "alam tersembunyi"' sekalipun akidah Islam memaksudkannya dengan makhluk-makhluk berakal, berkehendak, sadar dan punya kewajiban, berjasad halus, dan hidup bersama-sama kita di planet bumi ini.


Makna Jin dalam Bahasa Arab


Apabila para sarjana antropologi dan kebudayaan kuno menegaskan bahwa bahasa yang tercatat paling tua adalah Bahasa Sumeria, yang sejarahnya mengakar pada kira-kira 3500 tahun sebelum Masehi, yaitu masa yang dalam nisbatnya dengan sejarah umum manusia setara dengan lima detik, maka kita berpendapat bahwa Bahasa Arab adalah bahasa pertama, dan darinya muncul-lah bahasa-bahasa kuno lainnya, yang juga disebut sebagai Bahasa Aramia, yang merupakan cabang darinya. Sebab, telah ditemukan beberapa teks dalam bahasa Aramia yang mengacu pada abad ke-14 SM - suatu bahasa yangdalam skala besar, terdiri dari bentuk-bentuk huruf Arab sekarang ini.

Saya bertanya kepada Jin Muslim sahabat saya, tentang bahasa paling tua yang pernah dikenal manusia. Dia menjawab bahwa nenek moyangnya, yang mati disambar kilatan api Tuhan karena ulahnya yang mencoba-coba mencuri dengar suara langit, memberitahukan kepada ayahnya bahwa kakek-kakeknya yang berasal dari India, memberitakan kepadanya bahwa bahasa Arablah yang merupakan bahasa paling tua, sebagaimana yang disampaikan oleh kabar-kabar mutawatir di dunia Jin.

dari segi bahasa, Al-Jinn adalah lawan kata Al-Ins (manusia). Disebut-sebut bahwa jika dikatakan, ânastu asy-syai'a berarti "saya melihat sesuatu". Allah SWT berfirman, Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang telah ditentukan, dan ia berangkat dengan keluarganya, lalu dilihatnya api di lereng gunung. Dia berkata kepada keluarganya, "Tunggulah disini, sesungguhnya aku melihat api (ânastu nâran)" (QS. Al-Qashash:29).

Kosa kata dalam bahasa Arab yang terdiri huruf Jim dan Nun, dengan berbagai bentukkannya memiliki pengertian "benda" atau "makhluk" yang tersembunyi.


Al-janîn (janin) disebut demikian karena ketersembunyiannya dalam perut ibunya, sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah yang berbunyi, ... dan ketika kamu masih tersembunyi (ajinnat) dalam perut ibumu (QS. An-Najm: 32).

Junnat Al-Layl, artinya ketersembunyian oleh kegelapan malam dan tertutup tabir hitamnya, seperti firman Allah yang berbunyi, Ketika malam menjadi gelap (janna), maka dia melihat sebuah bintang (QS. Al-An'am: 76).

Junna ar-rajulu junûnan, wa ajannahullâhu, fahuwa majnûn, artinya "jika seseorang telah kehilangan akalnya, dan 'tertutup'-lah kesadarannya, maka dengan itu hilanglah kewajiban-kewajiban darinya akibat tidak adanya akal". Tentang pengertian yang seperti ini Allah SWT berfirman, ... atau, pada dirinya ada penyakit gila? (QS. Saba': 8).

Termasuk katagori ini adalah ucapan Nabi SAW yang berbunyi, "Puasa itu adalah junnah (perisai)," dan penjelasan 'Utsman Ibn Abi Al'-Ash terhadap kata junnah yang berbunyi, "Puasa itu adalah junnah (perisai) seperti junnah kalian dalam peperangan." Junnah, dengan demikian, berarti pelindung atau penutup. Penulis kitab An-Nihayah mengatakan bahwa makna puasa sebagai junnah adalah karea ia melindungi pelakunya dari serangan syahwat. Al-Quthubi mengatakan : "junnah berarti pembatas, yakni dalam kaitan dengan ketentuan syariat. Yaitu, setiap orang yang berpuasa mesti melindungi dirinya dari segala sesuatu yang bisa merusak puasanya dan menghilangkan pahalanya. Juga benar bila junnah diartikan sebagai penutup karena pahala dan peningkatan kebaikan yang dihasilkannya. "Ibn 'Arabi mengatakan, "Sesungguhnya puasa itu adalah junnah (pelindung) dari api neraka, karena puasa bisa mencegah syahwat, sedangkan neraka diperingan jalan ke arahnya dengan syahwat. Alhasil, jika seseorang yang berpuasa menahan diri dari memperturutkan syahwat di dunia, maka puasa tersebut bisa menjadi penutup dirinya dari siksa neraka di akhirat.

Orang Arab menyebut perisai yang dengannya seorang prajurut melindungi diri dalam peperangan dengan al-mijann. Sebab, prajurit tersebut menutup dirinya dengan perisai itu dari lemparan, tikaman dan pukulan musuh. Segala sesuatu yang anda gunakan sebagai penutup diri dari segala keburukan, adalah
junnah.

Surga yang dijanjikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa disebut
junnah karena banyaknya pohon yang terdapat disana, yang saling menutupi satu sama lain.

Hati kita juga disebut al-jan
ân karena ia merupakan sesuatu yang tertutup oleh dada. Ada pula yang mengatakan bahwa ia disebut demikian, karena pikiran dan lintasan hati yang dimilikinya tertutup dan tidak terlihat. Dengan demikian, segala yang tidak tampak oleh pandangan mata, atau yang tersembunyi, disebut dengan janân. Itu pula sebabnya, maka kuburan juga disebut junan, karena ia menutupi orang yang dikubur di dalamnya.

Kata jiniy yang diucapkan orang-orang Arab dahulu dan juga dipergunakan oleh Alquran, adalah makhluk berakal yang tersembunyi (tidak terlihat mata), yang hidup bersama-sama dengan kita. Bahasa-bahasa Eropa mengadopsinya dari bahasa Arab, lalu melafalkannya dengan genie (Inggris). Sekalipun kamus-kamus mereka memaksudkannya dengan "roh setan", namun dalam film-film modern istilah ini mereka maksudkan dengan makhluk berakal, khususnya, yang berbuat baik atau membantu manusia dalam melakukan kebaikan.

03 April 2008

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

MUKADIMAH



Tunduk kepada khayalan dan mengikatkan diri semata-mata pada kecenderungan akal, plus ketidaktahuan terhadap sesuatu yang tidak kita ketahui, adalah jalan menuju kesesatan, yang kadang-kadang seluruhnya, atau salah satu diantaranya, menyatu dalam diri seseorang. Yang demikian ini, cukup sudah sebagai jaminan bagi terjadinya kekeliruan persepsi, rusaknya akidah, dan terjadinya dekadensi.

Itu sebabnya, maka diturunkanlah akidah Islam yang komprehensif, memenuhi tuntutan emosi dan rasio, mengajarkan kepada manusia apa yang tidak mereka ketahui sebelumnya, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan kebodohan, lalu menyinari jalan yang dilaluinya. Karena itu, barang siapa mengikuti apa yang diajarkannya, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, kemudian beriman kepada segala sesuatu yang disampaikan oleh Al-Quran, berarti dia telah memperoleh petunjuk, dilindungi dan dipenuhi segala kebutuhannya. Dan barang siapa menyimpang darinya, berarti dia telah disesatkan setan : Barang siapa tidak diberi cahaya oleh Allah, maka tidaklah dia mempunyai cahaya (petunjuk) sedikitpun (QS. An-Nur: 40).

Sepanjang jin merupakan makhluk yang bersama-sama dengan kita menghuni planet bumi ini, atau dengan ungkapan yang lebih tegas "Kami (Allah) telah menempatkan mereka di bumi," dan dia lebih dulu ada dibanding manusia, lalu dalam banyak haldia juga bergaul dengan manusia, memiliki keinginan dan kemampuan memilih antara baik dan buruk, untuk kemudian melaksanakan salah satu diantara keduanya, dan sepanjang jin juga merupakan makhluk yang dikenai kewajiban beribadah oleh syariat, dan manusia - baik yang Mukmin maupun non Mukmin - mengetahui adanya makhluk ini, maka wahyu ternyata membatasi jalan kita untuk mengetahui alam gaib ini dari pandangan kita, sekalipun kadang-kadang kita bisa merasakan kehadirannya. Sementara itu, Sunnah Nabi pun telah menjelaskan kepada kita secara gamblang tentang hal-hal yang berkaitan dengan alam gaib tersebut, sehingga kita tidak tersesat dari jalan yang benar.

Dan jika orang-orang non-Muslim menisbatkan kepada jin berbagai kemampuan yang sebenarnya tidak mereka miliki, seperti pengetahuan tentang yang gaib, maka yang demikian itu disebabkan karena kebodohan mereka. Akan tetapi bila hal seperti ituterjadi pada sementara kaum Muslim, maka ia merupakan sejenis syirik dan bukan karena kebodohan mereka. Sebab, bertanya adalah kunci pengetahuan, dan Al-Quran yang dibaca dan didengar pun telah menjelaskan bahwa tidak ada yang dapat mengetahui tang gaib kecuali Allah : Ketahuilah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan), melainkan prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga (QS. Yunus: 66).

***

Sudah sejak lama, dan selama beberapa tahun dalam usia saya, alam jin sangat menarik saya, karena adanya beberapa peristiwa yang disitu beberapa jin terlibat.

Karena saya seorang Muslim, maka saya pun percaya pada adanya alam jin, berikut hal-hal yang berkaitan dengan mereka sebagaimana yang difirmankan Allah dan diberitakan oleh Nabi SAW.

Hanya tinggal satu masalah yang saya percayai dalam keadaan sangat goyah, atau dengan masih adanya sesuatu yang mengganjal dalam diri saya. Yakni masalah masukknya jin ke dalam diri manusia. Hal itu sebenarnya tidak saya pungkiri. Sebab, Rasulullah yang ma'shum telah memberitakknya kepada kita, dan sesudah beliau hal itu disampaikan pula oleh para imam yang terpercaya, seperti Imam Ahmad bin Hanbal, Ibn Taimiyyah, Ibn Al-Qayyim, dan lain-lain. Akan tetapi karena ketidakmampuan saya untuk menangkap persoalan ini dan juga karena kedangkalan akal saya, sekalipun saya tetap mengimaninya, maka yang bisa saya lakukan hanyalah memohon ampunan kepada Allah atas kekurangan dan keterbatasan saya, dan saya berlindung kepada-Nya dari godaan setan dan kehadirannya pada diri saya.

Sejalan dengan profesi saya sebagai seorang wartawan di surat kabar Al-Akhbar sebelum ini, dan dengan keterlibatan saya di bidang dakwah, suatu hari - yang ketika itu saya menjabat sebagai Pimpinan Masjid Al-Malik di Hada'iq Al-Qubbah, dan yang menjadi imam dan pengajarnya adalah Syaikh Abdul-Hamid Kisyik, yaitu salah seorang diantara guru-guru saya yang sangat saya hormati - terjadilah suatu peristiwa, dimana secara tiba-tiba datang menemui kami dua orang, yaitu gadis jin yang masuk ke dalam jasad gadis manusia. Kedua-duanya, jin dan gadis manusia yang disurupinya, sama-sama Muslimah. Penyusupan ini terjadi di depan mata saya, dalam sosok yang tidak saya ragukan sama sekali, adn hendaknya orang-orang yang beriman memperacyai apa yang saya lihat itu. Gadis jin itu tersebut dapat menjelma dalam berbagai bentuk, yakni memperlihatkan dirinya bukan dalam bentuk aslinya. Dia pandai berbahasa Arab, dan namanya Georgina Abdurrahman.

Sesudah itu, dalam waktu yang tidak lama, datang pula kepada kamiseorang gadis berusia sekitar tujuh belas tahun disertai kedua orang tuanya. Begitu pintu ditututp, tiba-tiba gadis itu tertawa terbahak-bahak, lalu menyambar-nyambar. Kedua orang tuanya, yang pada saat itu berada dalam keadaan yang sangat tertekan, menceritakan bagaimana gadis tersebut kesurupan jin wanita yang kafir, bahkan ateis. Begitu kami menyarankan untuk membaca ayat kursi, tiba-tiba gadis itu bergerak sangat cepat kesana kemari, dalam kekuatan yang tidak wajar. Dia memukul teralis yang terbuat dari besi dengan keras. Kami segera membaca ayat kursi. Tiba-tiba setan perempuan yang menyelusup dalam tubuh gadis itu, mengucapkan sumpah serapah adn kata-kata kotor yang tidak pantas dikemukakan disini. Kami terus membaca ayat kursi, sampai akhirnya gadis itu ambruk ke tanah seperti orang pingsan. Kami mengangkatnya dan memindahkan ke dipan. Pada mulanya hal itu sangat sulit kami lakukan, karena tubuhnya mengejang-ngejang dan sulit digerakkan. Tetapi berkat pertolongan Allah, akhirnya gadis itu sadar, kami membaringkannya di dipan, dengan tidak lupa menyelimuti keda kakinya. Sesudah dia betul-betul sadar, kami menasihatinya agar selalu melaksanakan ajaran-ajaran Islam, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala hal yang dilarang oleh Rasulullah SAW.


Sejak saat itu, pengalaman saya tentang dunia yang ganjil-ganjil terus bertambah, sampai tingkat yang agaknya tidak mungkin bisa dibayangkan oleh pembaca yang budiman. Akan tetapi saya membatasinya pada pengetahuan semata-mata. Sebab bersahabat dengan sesuatu yang tidak sejenis dengan anda, sama sekali tidak akan memberikan kebaikan apapun, kecuali bersahabat dengan malaikat yang anda muliakan dengan amal saleh anda dan selalu berzikir kepada Allah.

Sesudah saya ber-istikharah kepada Allah SWT untuk menulis buku tentang alam jin, maka Allah memberikan kehendak-Nya sehingga terjadilah hubungan saya dengan jin Muslim. Sebelumnya dia adalah kafir, kemudian Alah memuliakannya dengan Islam - melalui pertemuannya dengan saya yang terjadi berkali-kali dan dalam waktu yang cukup lama. Saya mohon maaf. Saya mohon maaf kepada pembaca bila di sini saya tidak memaparkan rahasia dan cara pertemuan kami. Sebab, hal itu merupakan aspek yang tidak memberikan manfaat kepada pembaca. Pada sisi lain, saya maksudkan agar saya tiadk berbuat salah kepada orang yang saya cintai. Pada sisi yang ketiga, itu disebabkan karena moral seorang Muslim haruslah melindungi rahasia pihak lain, dan menganggapnya sebagai amanah, sepanjang yang bersangkutan memintanya demikian. Jin yang saya maksudkan disini, berasal dari keluarga Konjur, dan memilih nama Musthafa sesudah dia masuk Islam. Seluruh persoalannya sangat ganjil. Karena itu, bersangka baik sajalah, dan jangan bertanya mengapa begitu.

Dalam berbagai pertemuan dan dialog yang terjadi antara saya dan kawan saya yang datang dari alam gaib tersebut, saya mengajukan ratusan pertanyaan. Saya mengajaknya berbincang-bincang tentang berbagai masalah, bahkan dia menunjukkan di depan mata saya berbagai keajaiban yang di khususkan Allah bagi mereka dengan ilmunya. Sesudah dia yakin betul akan persahabatan kami, dia mengungkapkan kepada saya banyak sekali hal yang selama ini diyakini secara keliru oleh manusia; termasuk hal-hal lain yang ingin sekali saya gali darinya, namun dia tidak bersedia mengungkapkannya. Kendati demikian, saya telah terlibat dengannya dalam berbagai persoalan yang mungkin tidak terlintas dalam pikiran pembaca yang budiman, yang saya ketahui melalui hubungan kami.

Hasilnya, terbitlah buku ini. Didalamnya termuat pengakuan-pengakuan dari jin yang sudah masuk Islam, yang saya yakin merupakan buku satu-satunya dalam masalah ini. dan sama sekali tidak bercorak taklid. Ia memuat, dengan sebenar-benarnya, tambahan-tambahan yang sesekali terlihat mengejutkan dan membetulkan konsep-konsep yang selama ini keliru, dan membantah anggapan-anggapanyang tendensius. Saya memohon kepada Allah agar buku ini bermanfaat bagi setiap Muslim, dan menjadi jalan hidayah bagi mereka yang sesat dan dimurkai Allah. Akhirnya, saya berharap semoga buku ini memiliki bobot dalam timbangan amal saat ia kelak dihadapkan kepaad 'Allah 'Azza wa Jala'. Kepada-Nya saya bertawakal, dan kepada-Nya pula saya mengembalikan persoalan.

Muhammad 'Isa Dawud



TENTANG PENULIS



MUHAMMAD 'ISA DAWUD
, lahir di bagian timur Ismai'iliyah, tahun 1957. Dibesarkan dan menempuh pendidikan di Kairo. Meraih gelat Lc. di bidang sastra dari Fakultas Bahasa-bahasa dan studi Timur, Cairo University. Dia memulai karir profesionalnya di surat kabar Al-Akhbar dan Akhbar Al-Yawm, sebagai redaktur dan editor, di samping terjun pula sebagai da'i.

Bekerja di surat kabar An-Nadwah Saudi Arabia, dan karirnya terus meningkat, sampai akhirnya dipercaya sebagai Direktur Umum surat kabar harian di Saudi, sekaligus sebagai Wakil Pimpinan Redaksi untuk rubrik Pemikiran dan Kebudayaan Islam, selain mengpalai bagian referensi dan koreksi. Disamping itu, dia masih pula menjabat sebagai penasihat bidang informasi khusus untuk Ketua Pusat Informasi di Makkah Al-Mukarramah.

Muhammad 'Isa Dawud menulis ratusan makalah dan berbagai kajian dalam bidang agama, sastra, bahasa, sosial dan politik, yang dimuat dalam berbagai surat kabar dan majalah di Saudia Arabia dan Mesir.

'Isa Dawud adalah orang yang yakin betul bahwa sesuatu yang bersumber dari kalbu pasti akan sampai di kalbu pula. Sedangkan yang hanya berasal dari mulut, pasti hanya masuk telinga kiri dan keluar dari telinga kanan.



TAMU KITA DALAM BUKU INI

Jin Muslim, berasal dari Bombay, India. Sebelumnya dia adalah jin kafir. Kemudian Allah memuliakannya dengan Islam dan memberinya petunjukkepada keimanan. Dia selalu menekankan perbedaan besar antara Mukmin dan muslim Setiap Mukmin, pasti Muslim. Tapi tiidak setiap muslim pasti Mukmin.

Jin Muslim ini berusia 180 tahun. Masuk Islam nya Jin ini merupakan suatu kemenangan. Sebab, bersama-sama dia telah masuk Islam pula sepuluh ribu jin, yang merupakan pengawal-pengawal dan pendampingnya. Jin kita ini adalah Pemimpin Besar, punya pengaruh dan berwibawa. Kita memohon kepada Allah SWT, semoga jin-jin yang lainjuga mendapat petunjuk melaui dia, dan semoga pula Allah meneguhkan keimanan dan ke-Islamnya.Pendahuluan
Didalam sebuah buku yang berjudul Hiwar Shahafiy Ma’a Jinni Muslim yang
ditulis oleh ahli spiritual berkebangsaan Saudi Arabia Muhammad Isa Daud.
Dengan perantara tubuh manusia beliau telah berhasil melakukan percakapan
dengan dengan Jin yang beragama islam, dan mengabadikan dalam sebuah
buku.
Dalam percakapan tersebut beliau mencoba mengorek-ngorek keterangan
darinya berupa misteri-misteri besar dikalangan manusia yang salah satunya
adalah tentang kebohongan yang sudah berhasil ditanamkan oleh bangsa
Syetan pada kalbu umat manusia bahwa roh orang yang meninggal terkadang
bergantayangan di dunia (menentang faham ‘hari pembalasan kubur’).
Yang lainnya, yang akan dibahas disini adalah menguak misteri apakah /
siapakah sebenarnya UFO (Unidentified Flying Object) yang dianggap makhluk
luar angkasa mendatangi bumi. Sedangkan sampai sekarangpun belum ada
teori pasti dari para ahli bahwa memang terdapat planet di jagad raya ini yang
dihuni oleh makhluk lain selain manusia.
Hal inipun telah menjadi salah satu project khusus FBI, CIA maupun NASA yang
hingga kini hasilnya masih berupa asumsi dan teori-teori sementara saja tentang
siapa sebenarnya makhluk UFO itu.
Juga akan diurai keterangan darinya tentang apakah sebenarnya misteri yang
tersimpan di kawasan Segitiga Bermuda yang telah menghilangkan beberapa
kapal maupun pesawat. Hingga kini kawasan tersebut menjadi momok
dikalangan manusia untuk melewatinya.
Sekelumit Tentang Jin Muslim Tersebut
Jin muslim yang berdialog dengan penulis tersebut berasal dari Bombay, India.
Sebelumnya dia adalah pemeluk agama lain.
Berumur 180 tahun menurut pengakuannya. Menurut kabarnya setelah dia
masuk Islam, diikuti pula oleh sekitar sepuluh ribu Jin, yang merupakan
pengawal-pengawal dan pendampingnya. Jin tersebut adalah pemimpin besar,
punya pengaruh dan wibawa dikalangannya, di Bombay.
Dengan usaha yang menghabiskan tenaga, waktu dan biaya yang tidak sedikit,
penulis akhirnya berhasil mengundangnya melalui tubuh seorang laki-laki untuk
akhirnya melakukan percakapan dengannya yang berhasil direkam dan
diabadikan dalam sebuah buku.
Masih Adakah Iblis Pada Zaman Ini? (Sebagian kutipan terjemah dari buku
tersebut)
Kita semua mengetahui siapakah makhluk yang menyebabkan kakeng moyang
kita Nabi Adam AS dan istrinya Hawa diusir dari syurga oleh Allah SWT.
3.Adalah suatu yang baru sama sekali bagi dunia ini, dengan izin Allah, berisi
banyak temuan-temuan baru yang mengejutkan, sekaligus merupakan jawaban
bagi berbagai persoalan yang selama membingungkan para sarjana dan
cendikiawan dunia, sekalipun sangat sulit menundukkan hal itu dalam penelitian
ilmiah. Akan tetapi semuanya itu adalah kebenaran semata, dan kebenaran itu
pulalah yang ingin penulis sodorkan kepada dunia Islam khususnya dan dunia
umat manusia secara keseluruhan, lebih khususnya lagi kepada para peneliti
yang ingin menemukan jawaban bagi persoalan-persoalan yang
membingungkan itu. Dengan itu penulis berharap semoga mereka terbebas dari
kebingungan dan tidak lagi menghabiskan jutaan dollar. Sekedar untuk
melakukan pemotretan melalui satelit dan menghancurkan tempat-tempat yang
penuh misteri.
Hendaknya tidak ada seorang pun diantara pembaca yang beranggapan bahwa
penulis menyodorkan hadiah ilmiah ini dengan mudah. Sebab penulispun telah
menghabiskan dana yang cukup besar, semaksimal yang dapat disediakan
untuk menghadirkan Jin Muslim yang selalu menjauhkan diri dari saya selama
masa persembunyiannya.
Penulispun harus memeras keringat dan otak dalam berbagai diskusi saya
dengannya, karena dia tidak bersedia memenuhi undangan saya. Dia betul-betul
takut akan usaha pembunuhan terhadap dirinya yang dilakukan oleh Iblis dan
pengikut-pengikutnya.
Karenanya, terkadang dia berpura-pura tertidur, sebagai siasat menghindarkan
diri dari kepungan musuh-musuhnnya.
Akhirnya, keyakinan dan kepercayaan saya kepada Allah jugalah yang bisa
meyakinkan dirinya untuk menemui saya. Saya juga harus mengajarkan
kepadanya akidah, seraya menegaskan bahwa barangsiapa takut kepada Allah,
maka Allah akan menjadikan segala sesuatu takut padanya. Sedangkan orang
yang tidak takut kepada Allah, maka Allahpun akan menjadikan dirinya takut
kepada segala sesuatu.
Saya yakinkan pula kepadanya bahwa tipu muslihat setan tidak ada artinya
dalam nisbatnya dengan seorang muslim yang beriman kepada Allah, baik dia
Jin maupun manusia.
Lantas, secara tiba-tiba terjadilah dialog berikut ini:
(huruf ‘J’ adalah Jin. Sedangkan ‘P’ adalah untuk Penulis)
P: “Pernahkah engkau melihat Iblis?” Tanya saya
J: “Pernah, sekali ketika saya masih kecil, dan beberapa kali ketika saya
sudah remaja dan sebelum saya memeluk agama Islam.”
4
P: “Untuk apa engkau menghadap Iblis, padahal saat itu engkau masih
kecil?”
J: “Aku tidak pergi menemuinya atas kemauanku sendiri. Tetapi
ayahkulah yang mengajakku menemuinya, agar dia (Iblis) memberikan
berkahnya kepadaku.”
P: “Semoga Allah mengutuknya, dan segala puji bagi Allah yang telah
menganugerahi engaku dengan masuk Islam.”
J: “Alhamdulillah, alhamdulillah, aku telah masuk Islam…
P: “ Katakan padaku bagaimana bentuknya”
J: “Bentuknya ya, seperti jin yang telah aku katakan kepadamu. Akan
tetapi Allah memberikan kutukan kepadanya dan kepada keturunanya
dengan rupa yang buruk, sekalipun dia bias menjelma dalam bentuk apa
saja. Dia memiliki ekor sangat pendek, sekitar 4-6 cm atau lebih sedikit.
P: “Apakah ekornya tersebut secara umum dimiliki oleh semua jin, atau
hanya pada Iblis dan anak cucunya saja?”
J: “Alhamdulillah, hanya iblis dan anak cucu setannya saja yang memiliki
ekor seperti itu. Sepertinya mereka itu makhluk istimewa. Sedangkan jin,
sama sekali tidak punya ekor seperti yang kalian bayangkan. Ekor setan
tidaklah sepanjang ekor kucing atau binatang lainnya, sebagaimana yang
selama ini digambarkan oleh manusia.”
P: “Seberapa tingginya? Apakah dia betul-betul tinggi-besar,
sebagaimana yang dibayangkan sementara orang selama ini, ataukah
biasa-biasa saja?”
J: “Dibandingkan dengan manusia, tingginya sekitar satu lengan, Ya,
sekitar 140 hingga 160 cm. Akan tetapi dia bisa menjelmakan dirinya
dalam bentuk yang lebih tinggi dan besar, sampai sepuluh meter…”
P: “Apakah dia mempunyai rumah atau istana?”
J: “Istana yang sangat besar sekali, dengan jutaan pelayan, jutaan
pengawal, dan jutaan setan, disamping istana-istana lain di banyak
tempat. Demikian pula halnya dengan para penguasa yang ditempatkan
diberbagai pusat pemerintahannya yang sangat luas itu.”
P: “Dia juga punya singgasana bukan?”
J: “Ya, ya,” Jawabnya agak terkejut.
P: “Singgasananya diatas air, tepatnya dilautan, betul kah?”
(Lagi-lagi jin muslim sahabat saya itu terheran-heran, bahkan tampak mulai
ketakutan). Karena itu saya melanjutkan perkataan saya:
P: “Engkau adalah jin muslim, wahai saudaraku, dan seorang muslim
hanya takut kepada Allah. Terhadap seorang muslim, setan tidak
5
menemukan jalan untuk mengganggunya, selama dia taat kepada Allah.
Saya pikir kaupun demikian.”
J: “Ya, memang benar demikian, alhamdulillah, saya telah berhasil
menghafal Al-qur’an dalam empat bulan.
P: “kalau begitu, mengapa mesti takut kepada Iblis dan pasukannya?
Dengan perlindungan Allah, engkau jauh lebih kuat ketimbang mereka…”
J: “Ya, ya, Memang benar. Semoga Allah membalas kebaikanmu karena
telah mengajariku yang seperti ini. Sekarang saya semakin mantap dan
yakin…”
P: “Suatu hari, aku pernah membaca riwayat tentang para pengikut
Dzulqarnain, yang saya duga adalah Macedonia dan bukan yang
disebutkan dalam Al-qur’an bahwa sekali waktu, dalam perjalanan
mereka, mereka sampai disuatu tempat yang banyak airnya, dan
tampaklah suatu pulau di kejauhan. Mereka melihat suatu umat yang
berkepala anjing, taringnya keluar dari mulut mereka, persis nyala api.
Para pengikut Dzulqarnain segera keluar dan menyerang mereka. Di
kejauhan, mereka melihat sinar yang sangat terang, dan ternyata itu
adalah sebuah istana yang terbuat dari Kristal. Dzulqarnain bermaksud
menaklukkan mereka dan masuk kedalam istana. Akan tetapi Bahram,
Sang Filosof, melarangnya dan memberitahu bahwa siapa yang masuk ke
istana itu pasti akan tertidur didalamnya dan tidak akan pernah dapat
keluar lagi, dan ditawan oleh orang-orang yang ada di dalam istana itu.
Beberapa orang pernah masuk ke istana yang isinya tidak diketahui
siapapun. Merekapun lalu tertidur, tanpa pernah bangun lagi. Bukankah
itu istana Iblis?”
J: “barangkali, ya,” jawabnya, “tetapi barangkali pula bukan.”
P: “Maksudnya bagaimana?”
J: “Iblis mempunyai banyak istana, dia pindah dari satu istana ke istana
yang lain untuk mengatur kerajaanya yang sangat besar. Anak
perempuannya yang paling besar juga mempunyai istana dan pengawal.
Sedangkan anak-anaknya yang laki-laki memiliki istana yang sangat
besar, seperti yang dimiliki oleh para pejabat pemerintahannya. Dari
sanalah mereka mengendalikan seluruh aktivitas penyesatan mereka
terhadap umat manusia, dalam tujuan merealisasikan cita-cita Iblis yang
mereka anggap sebagai Tuhan mereka.”
Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing
(Arrahman: 20-21)
6
P: “Bagus sobat, Apakah yang kamu maksud adalah tempat pertemuan
sungai dengan lautan, ataukah lautan dengan lautan?”
Dia terdiam, kemudian menjawab:
J: “Maksudku, ya, seperti yang kau katakan itu.1”
P: “Tepatnya dimana?” desak saya
Dia terdiam dan berusaha menghindar. Sekali lagi saya mengajarkan
kepadanya keyakinan kepada Allah, sesudah itu saya melancarkan tembakantembakan
saya yang saya dasarkan atas berbagai penelitian saya. Sebagian
diantaranya akan saya kemukakan disini, dan sebagian lainnya akan saya
tuturkan kemudian.
P: “Apakah markas besar iblis itu terletak di Segitiga Bermuda (Bermuda
Triangle)?
Sementara itu pada tanggal 28 Desember 1948, sebuah pesawat jenis DC-3 dengan 35 penumpang terbang
dari Purtorico, dan meninformasikan bahwa ia sedang berada pada jarak 80 km dari selatan Miami, dan

Matanya tiba-tiba terlihat sayu, lalu dia berpura-pura tidur. Dia tampak dalam
kegelisahan yang belum pernah saya lihat sebelumnya.
Saya mendesaknya dengan berkata:
P: “Bukankah pasukan iblis dan penjelmaannya dalam bentuk manusia,
serta tokoh-tokohnya, baik dari kalangan manusia dan jin, adalah pihak
yang bertanggung jawab terhadap hilangnya pesawat-pesawat dan kapalkapal
laut yang memasuki wilayah Segitiga Bermuda,2 khususnya ketika
1 Dua ayat yang disebutkan oleh Jin Muslim itu (Arrahman 18-20) menegaskan bahwa yang dimaksud
adalah barzakh yang memisahkan dua laut yang bertemu. Dalil untuk itu adalah firman Allah SWT yang
dikemukakan langsung sesudah kedua ayat tersebut, yakni Dari keduanya keluar mutiara dan marjan
(Arrahman :22) Kita tahu bahwa Mutiara dan Marjan hanya keluar dari laut, dan bukan sungai.
2 Puluhan pesawat dan kapal laut dinyatakan hilang di Segitiga Bermuda tanpa diketahui rimbanya
sepanjang beberapa tahun. Sebagian besar pesawatyang hilang adalah pesawat-pesawat kecil jenis tertentu.
(beberapa tahun lalu pesulap dunia David Copperfield telah berhasil menampakkan satu kapal yang hilang
di kawasan tersebut, namun setelah itu dilenyapkan kembali) Kendati pesawat-pesawat itu hilang dalam
suatu kecelakaan, tetapi tidak hilang jejak.






Minggu, 25 Juli 2010

misteri terbelahnya bulan

SUBHANALLAH…………..MAHA BESAR ALLAH ATAS SEMUA CIPTAANNYA Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)" Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut: Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah.

Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Universitas Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah" mengandung mukjizat secara ilmiah ? maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam.

Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu. Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ?" Mereka menjawab: "Coba belahlah bulan, …" Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir"orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?" Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…!! !" Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap …..sampai akhir surat Al-Qamar.

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan?" Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: "Dipersilahkan dengan senang hati." Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah……." Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa. Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya?" Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali". Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah … (aku pun bergumam), "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar, dan … saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.